lusylegilia

I CAN DO IT

Kamis, 03 November 2016

Implementasi Representasi Pengetahuan dalam Mengidentifikasi Jati Diri Kayu

Implementasi Representasi Pengetahuan dalam Mengidentifikasi Jati Diri Kayu
Mata Kuliah: Sistem Berbasis Pengetahuan


Dosen Pengajar: Ibu Lulu C. Munggaran





Disusun Oleh:

Lusy Legiliawati (16114177)
Tia Annisa (1A114741)
Resky Irvan Supryawan (19114083)
3 KA24


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016/2017




DAFTAR ISI

Halaman Utama                ................................i
KATA PENGANTAR               ...............................ii
DAFTAR ISI                   ...............................iii
BAB 1     PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang           ...............................1
1.2 Identifikasi Masalah     ...............................1
1.3 Rumusan Masalah        ...............................1
1.4 Tujuan Penulisan       ...............................1
BAB 2     TINJAUAN PUSTAKA   ...............................2
BAB 3     PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Kayu        ...............................3
3.2 Strukur Kayu           ...............................3
3.3 Sifat-sifat Kayu       ...............................4
3.4 Klasifikasi Kayu       ...............................8
3.5 Implementasi Representasi Pengetahuan ................12
BAB 4     PENUTUP
4.1 Kesimpulan             ..............................16
4.2 Saran                  ..............................16
DAFTAR PUSTAKA               ..............................17



KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Implementasi Representasi Pengetahuan dalam Mengidentifikasi Jati Diri Kayu. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Sistem Berbasis Pengetahuan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Demi kemajuan makalah ini, kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Kami, selaku penyusun makalah mengharapkan pembaca dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat yang bermanfaat serta memberi pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.




BAB I
Pendahuluan

1.1    Latar Belakang
Kayu merupakan sumber kekayaan alam bisa digunakan sebagai bahan baku untuk konstruksi atap. Kayu merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang lain. Dengan kemajuan teknologi, kayu yang hanya sebagai bahan mentah akan lebih  mudah dalam pemrosesan menjadi barang lain. Kayu tidak mempunyai sifat-sifat spesifik yang bisa ditiru oleh bahan-bahan lain. Misalnya kayu mempunyai sifat elastis, ulet, mempunyai ketahanan terhadap pembebanan yang tegak lurus dengan seratnya atau sejajar seratnya dan masih ada sifat-sifat lainnya. Sifat-sifat seperti ini tidak dimiliki oleh bahan-bahan, seperti: baja, beton, atau bahan-bahan lain yang bisa dibuat oleh manusia. Penggunaan kayu untuk suatu tujuan tertentu pun tergantung dari sifat-sifat kayu yang bersangkutan dan   persyaratan   teknis   yang diperlukan, hal ini mengarah ke jenis kayu yang akan di pilih. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari tentang perbedaan yang dimiliki suatu kayu berdasarkan karakteristiknya.
1.2    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan diatas, permasalahan yang terjadi adalah mengidentifikasi jati diri suatu kayu.
1.3    Rumusan Masalah
·         Apa pengertian kayu itu?
·         Bagaimana struktur yang dimiliki oleh kayu?
·         Bagaimana sifat yang dimiliki oleh kayu?
·         Bagaimana implementasi representasi pengetahuan dalam menentukkan jati diri suatu kayu?
1.4    Tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:
1. Sebagai media pembelajaran tentang jenis kayu.
2. Sebagai pengembangan representasi pengetahuan dalam menentukkan jenis kayu.
3. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah “Sistem Berbasis Pengetahuan”.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 

Kayu memiliki kekurangan atau keterbatasan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut, pertama kayu mudah menyerap air. Hal ini menjadi kurang baik jika kayu ditempatkan pada elemen eksterior. Tapi, ada pula jenis kayu yang tahan terhadap air, salah satunya adalah kayu ulin. Kedua, kayu rentan terhadap serangan rayap sehingga diperlukan perawatan khusus, seperti melapisi kayu dengan pernis. Ketiga, kayu mudah terbakar. Jika kayu sudah terbakar maka api akan cepat merambat ke bagian lainnya (Rahmawati, 2014).
Salah satu sifat fisik kayu yaitu tekstur. Tekstur ialah ukuran relatif sel-sel kayu. Maksud sel kayu adalah serat-serat kayu, jadi dapat dikatakan bahwa tekstur ialah ukuran relatif serat-serat kayu. berdasarkan tekstur nya, jenis kayu dapat dibedakan kedalam tiga golongan. Ketiga golongan tersebut adalah kayu bertekstur halus, misalnya giam, lara, kulim, dan lain-lain. Kayu bertekstur sedang, misalnya jati, sonokeling, dan lain-lain. Kayu bertekstur kasar, misalnya kempas, meranti, dan lain-lain (Dumanauw, 2001).
Tanaman kayu tersebar dari lereng gunung hingga pantai. Setiap jenis memiliki kecocokan dengan habitat tertentu. Pohon poplar, wilow, atau oak tidak akan kita jumpai didaerah indonesia karena hidup diiklim subtropis. Demikian juga pohon damar atau mindi tidak akan hidup di benua eropa yang memiliki empat musim. Jelutung atau gempol toleran dan tumbuh baik ditempat yang kerap tergenang air, tetapi ditempat yang sama jabon tumbuh dengan lambat (Mansur, 2005).



BAB III
Pembahasan

3.1 Pengertian Kayu
Kayu adalah bagian keras tanaman yang digolongkan  kepada pohon  dan  semak   belukar. Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.
Kayu merupakan produk organisme hidup, oleh karena   itu   kayu mempunyai   sifat-sifat   alami   yang   sangat   unik   dan   setiap   jenis   kayu mempunyai penampilan yang karakteristik. Sifat-sifat kayu yang unik itu inherent  dalam struktur anatomi sel-sel penyusunnya  (Bodig  dan Jayne 1982; Haygreen dan Bowyer 1986). Dalam ilmu kayu, kayu tersusun atas beberapa bagian utama yaitu selulosa dan lignin.
3.2 Struktur Kayu
Kayu sebagian besar terdiri dari   sel-sel   pembuluh   yang   sumbu panjangnya  sejajar dengan sumbu  panjang batang. Sel-sel ini tersusun atas selulosa yang dan di ikat menjadi satu oleh bahan penyemen yang disebut lignin. Arah sumbu panjang ini diacu sebagai arah serat kayu dan penting   untuk   di   kenal,   karena   sifat   kayu   yang   sejajar   serat   sangat berbeda dengan yang tegak lurus terhadap serat.
Penampang pohon  yang dipotong melintang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Kulit
1. Kulit luar yang mati, mempunyai ketebalan yang bervariasi menurut jenis pohon. Bagian yang terdapat diluar dan bersiat sebagai pelindung bagian-bagian yang terdalam.
2. Kulit bagian dalam yang bersifat hidup dan tipis.
Kulit berfungsi sebagai jalan bahan makanan dari daun ke bagian-bagian tanaman.
b. Kambium
Berada didalam kulit dalam. Bagian ini yang membuat sel-sel kulit dan sel-sel kayu. Dengan adanya kambium maka pohon lambat laun bertambah besar. Pertumbuhan meninggi ditentukan oleh jaringan meristem. Kambium terletak antara kulit dalam dan kayu gubal.
c.  Kayu Gubal
Biasanya berwarna keputih-putihan. Bagian kayu ini masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di sebelah dalam kambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat makanan. Tebal lapisan kayu gubal bervariasi menurut jenis pohon. Umumnya jenis yang tumbuh cepat mempunyai lapisan kayu gubal lebih tebal dibandingkan dengan kayu terasnya. Kayu gubal biasanya mempunyai warna terang.
d. Kayu Teras
Bagian ini warnanya lebih gelap dari kayu gubal. Kayu teras sebelumnya adalah kayu gubal, ini disebabkan terhentinya fungsi sebagai penyalur cairan dan proses lainnya. Dibandingkan kayu gubal, kayu teras umumnya lebih tahan terhadap serangan serangga, bubuk kayu, jamur, dan sebagainya.
e. Hati
Bagian lingkaran kecil yang berada paling tengah dari batang kayu. Hati berasal dari kayu awal, yaitu bagian kayu yang pertama kali dibentuk oleh kambium. Oleh karena itu umumnya mempunyai sifat rapuh atau sifat lunak.
f. Lingkaran Tahun
Batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir suatu musim. Melalui lingkaran-lingkaran tahun ini dapat diketahui umur pohon. Lingkaran tahun dapat mudah dilihat pada beberapa jenis kayu daun lebar. Pada jenis- jenis lain, lingkaran tahun ada kalanya sulit dibedakan terutama di daerah tropic, karena pertumbuhan praktis berlangsung sepanjang tahun.
g. Jari-jari
Dari luar ke dalam berpusat pada sumbu batang, berfungsi sebagai tempat saluran bahan makanan yang mudah diproses di daun guna pertumbuhan pohon.
3.3    Sifat Kayu
Terdapat dua sifat utama kayu dalam pengenalan jati dirinya, yaitu sifat makroskopis dan sifat mikroskopis. Secara objektif, sifat mikroskopis lebih bisa diandalkan dalam menentukkan jati diri suatu kayu daripada sifat makroskopis yang hanya diketahui melalui panca indera.
1. Ciri Makroskopis
Menurut Tsoumis (1991), sifat makroskopis kayu adalah sifat yang terlihat pada kayu tanpa harus menggunakan mikroskop. Bila perlu hanya dibantu dengan lup dengan perbesaran 10-15 kali. Mandang dan Pandit (2002) menyebutkan bahwa ciri umum kayu yang dapat diamati secara makroskopis diantaranya adalah warna dan corak, tekstur, arah serat, kilap, kesan raba, bau dan rasa, serta kekerasan.
a. Warna Kayu
Warna asli kayu sangat bervariasi dari hampir putih sampai hitam. Warna kayu disebabkan karena adanya zat ekstraktif. Perbedaan warna tidak hanya terjadi antar jenis, tetapi juga dalam jenis yang sama, bahkan dalam sebatang pohon. Warna dari suatu jenis kayu dipengaruhi oleh lokasi kayu di dalam batang, umur pohon waktu ditebang, dan kelembaban udara. Kayu yang berasal dari pohon yang lebih tua umumnya lebih gelap dibandingkan dengan kayu yang berasal dari pohon yang lebih muda dari jenis yang sama (Pandit & Ramdan 2002). 
b. Tekstur
Tekstur berkaitan dengan kualitas permukaan kayu yang ditentukan oleh ukuran relatif sel-sel dominan penyusun kayu. Dikatakan bertekstur halus jika sel-sel dominan penyusun kayu terutama pembuluh dan serat berukuran kecil, sebaliknya bertekstur kasar jika sel-sel dominannya berukuran relatif besar (Mandang & Pandit 2002). 
c. Arah Serat
Arah serat kayu adalah orientasi longitudinal dari sel-sel dominan penyusun kayu terhadap sumbu batang pohon atau terhadap orientasi sel-sel dominan yang ada di lapisan sebelah atas atau sebelah bawahnya. Dikatakan berserat lurus jika orientasi sel-sel dominan tadi searah dengan sumbu batang. Kayu berserat miring apabila orientasi sel-sel dominan tadi membentuk sudut terhadap sumbu batang pohon (Mandang & Pandit 2002). 
d. Kilap
Suatu jenis kayu dikatakan mengkilap jika permukaannya memantulkan cahaya. Ada jenis-jenis kayu yang kusam, agak mengkilap, dan sangat mengkilap (Mandang & Pandit 2002). 
e. Kesan Raba
Kesan raba dinilai dari licin atau kesat permukaan kayu. Penetapannya dilakukan dengan menggosok-menggosokan jari ke permukaan kayu. Beberapa jenis kayu terasa licin jika diraba. Biasanya kayu yang mempunyai tekstur halus dan berat jenis tinggi menimbulkan kesan raba yang licin. Kesan yang licin dapat pula bertambah jika kayu mengadung minyak (Mandang & pandit 2002). 
f. Bau dan Rasa
Pada umumnya kayu mempunyai bau dan rasa tertentu apalagi waktu masih segar, tetapi kebanyakan bau dan rasa tersebut sulit untuk diterangkan. Hanya beberapa diantaranya yang mempunyai bau dan/atau rasa yang mudah dikenal (Mandang & Pandit 2002). 
g. Kekerasan
Kekerasan dinilai sangat lunak, lunak, agak lunak, agak keras, dan sangat keras. Penetapannya dilakukan dengan menyayat kayu pada arah tegak lurus serat. Kayu yang semakin keras akan semakin sukar disayat dan bekas sayatannya pun mengkilap (Mandang & Pandit 2002).
2.          Sifat mikroskopis adalah sifat yang dapat kita ketahui denganmempergunakan alat bantu, yaitu kaca pembesar (loupe) dengan pembesaran 10 kali. Sifat struktur yang diamati adalah :
a. Lingkar Tumbuh
Lingkar tumbuh adalah batas antara sel-sel yang dibentuk akibat perubahan musim namun tidak mesti dalam satu tahun. Lingkar tumbuh berbeda dengan lingkaran tahun dalam hal waktu pembentukannya. Lingkaran tahun adalah lingkaran tumbuh yang terbentuk setiap satu tahun.
Pengelompokan suatu jenis kayu berdasarkan lingkaran tumbuh atau lingkaran tahunnya dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
1. Kayu yang mempunyai batas lingkar tumbuh yang jelas, yaitu kayu yang mempunyai perubahan struktur yang mendadak pada batas antara kayu awal dan kayu akhir. Biasanya termasuk perubahan pada ketebalan dinding sel dan atau perubahan pada diameter radial seratnya.
2. Kayu yang mempunyai batas lingkar tumbuh yang tidak jelas atau tidak ada, yaitu lingkar tumbuh yang samar yang ditandai oleh perubahan struktur yang terjadi secara berangsur-angsur pada zona tertentu, atau sama sekali tidak dapat dilihat dengan jelas
Lingkar tumbuh dapat ditandai oleh satu atau beberapa perubahan sebagai berikut:
 Serat atau trakeida kayu akhir berdinding tebal dan menggepeng radial dibandingkan serat atau trakeida kayu awal yang berdinding tipis.
 Perbedaan mencolok diameter pembuluh kayu awal dan diameter pembuluh kayu akhir.
 Parenkim marjinal (terminal atau insial) tidak teratur dan tanpa adanya perubahan diameter serat atau ketebalan dinding serat.
 Trakeida vaskular dan sel pembuluh yang sangat kecil dan sangat banyak membentuk jaringan dasar kayu akhir, yang tidak ditemukan pada kayu awal.
 Penurunan frekuensi parenkim pita pada zona kayu akhir yang menyebabkan keberadaan wilayah serat makin jelas.
 Pembengkakan jari-jari. 
b. Sel Pembuluh (pori)
Menurut Tsoumis (1991), sel pembuluh atau pori hanya terdapat pada kayu daun lebar. Dalam batang, sejumlah sel pori tersusun secara bertingkat membentuk suatu kesatuan ke arah longitudinal menyerupai pipa (saluran) yang panjangnya bervariasi. Struktur yang demikian lebih dikenal sebagai jaringan pembuluh.
Panjang satu sel pembuluh pada umumnya berkisar antara 200 sampai 100 m dengan diameter berkisar antara 40 sampai 400 m tergantung pada jenis kayunya. Jarang yang kurang atau lebih dari itu. Pada pohon, sel-sel inilah yang berfungsi sebagai penyalur air dan zat hara dari akar ke daun dan sebaliknya. Ciri pembuluh dapat berbeda dari satu jenis kayu ke jenis yang lain. Ciri tersebut meliputi sebaran, susunan, diameter, frekuensi, bentuk bidang perforasi, dan isi (Mandang & Pandit 2002). 
c.  Serat Sel-sel yang berbentuk panjang langsing dikenal dengan nama serat. Dinding umumnya lebih tebal daripada dinding parenkima maupun dinding pembuluh. Panjangnya antara 300-3600 μm tergantung pada jenis pohon dan posisinya dalm batang. Diameternya antara 15 sampai 50 μm. Ketebalan dindingnya relatif dibanding diameter, dapat tipis, tebal atau sangat tebal. Serat dikatakan berdinding sangat tebal jika lumen atau rongga selnya terisi dengan lapisan-lapisan dinding. Dari ciri inilah dapat dipahami bahwa serat berfungsi sebagai penguat batang pohon (Mondang & Pandit 2002).
d.  Parenkim
Parenkim merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyimpan serat mengatur bahan makanan cadangan. Menurut penyusunnya, parenkim dibedakan menjadi 2 macam yaitu parenkim aksial yang tersusun vertikal dan parenkim jari-jari yang tersusun secara horizontal (Pandit & Ramdan 2002). 
e. Jari-jari
Jari-jari berfungsi sebagai jalan angkutan bagi cairan pohon dalam arah horizontal dari dan ke lapisan floem. Sel jari-jari diproduksi dari pembelahan sel inisial jari-jari dalam kambium. Inisial jari-jari sendiri berasal dari pembelahan inisial jari-jari sendiri atau yang lain atau dari pembelahan yang tidak sama dari inisial bentuk kumparan (Haygreen & Bowyer 1989).
f. Saluran Intraselular
Saluran Intraselular adalah saluran yang berada di antara sel-sel kayu yang berfungsi sebagai saluran khusus. Saluran interseluler ini tidak selalu ada pada setiap jenis kayu, tetapi hanya terdapat pada jenis-jenis tertentu.
g.    Saluran Getah
Saluran getah adalah saluran yang berada dalam batang kayu, dan bentuknya seperti lensa. Saluran getah ini tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu, tapi hanya terdapat pada kayu-kayu tertentu.
h.    Tanda kerinyut adalah penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat dan biasanya terlihat pada bidang tangensial.  Tanda kerinyut juga tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu, tapi hanya pada jenis-jenis tertentu.
i.    Gelam tersisip atau kulit tersisip adalah kulit yang berada di antara kayu, yang terbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit. Gelam tersisip juga tidak selalu ada pada setiap jenis kayu.
3.4    Klasifikasi Kayu
Klasifikasi tumbuhan kayu terbagi menjadi dua kelompok yaitu kayu keras dan kayu lunak. Pohon kayu keras dan kayu lunak memiliki perbedaan. Berdasarkan klasifikasi tumbuhan keduanya sama-sama termasuk ke dalam divisi tumbuhan spermatophyta (tumbuhan yang menghasilkan biji), tetapi kayu keras dan kayu lunak berbeda pada subdivisi. Kayu keras berada pada subdivisi Angiospermae, sedangkan kayu keras berada pada subdivisi Gymnospermae.
Tumbuhan pada subdivisi Angiospermae ditandai dengan produksi biji di dalam ovarium, sedangkan Gymnospermae menghasilkan biji yang tidak memiliki lapisan penutup. Perbedaan kayu lunak dan kayu keras tidak hanya dalam hal penampakan luarnya saja, tetapi kayu-kayu yang dibentuknya juga berbeda dalam struktur dan morfologinya. Selain itu, tipe sel dan jumlah serta penyusunnya juga terdapat perberbedaan.
Pohon kayu  lunak memiliki ciri yaitu daunnya seperti jarum (daun jarum). Tidak semua jenis pohon kayu lunak memiliki daun yang seperti jarum. Istilah daun jarum pada kayu lunak ditentukan berdasarkan pemeriksaan ada tidaknya pembuluh pada penyusun batang pohon tersebut. Pada kayu  lunak tidak memiliki pembuluh dan serat-serat kayunya banyak mengandung trakeida-trakeida. Pohon kayu lunak dikenal sebagai evergreen karena sebagian besar tetap hijau sepanjang tahun dan setiap tahunnya hanya sedikit saja daun yang berjatuhan. Pohon kayu lunak memiliki buah yang bersisik berbentuk kerucut (cone) sehingga disebut dengan konifer. Pada umumnya batang pohon jenis kayu lunak bentuknya silindris, percabangannya monopodial dan bentuk tajuk meruncing.
Berikut yang termasuk dari jenis kayu lunak, yaitu:
1.  Pinus sp. (Biasanya digunakan dalam pembuatan korek api)

a.  Warna: Kayu teras berwarna merah kecoklatan dan kayu gubal berwarna kuning dan krem. Garis lingkaran tahun pinus radiata tampak sedikit jelas terlihat sehingga garis serat kayu pada pembelahan tangensial bisa terlihat jelas pula.
b.  Arah serat: Cenderung lurus tapi terdapat banyak mata kayu karena pohon pinus radiata memiliki banyak cabang kecil pada batangnya.
c.  Kesan raba: Permukaan kayu ini terasa licin bila diraba.
d.  Kekekrasan: Kayu ini memiliki tingkat kekerasan sedang.
e.  Tekstur: Kayu ini memiliki tekstur kasar.
2.  Agathis sp. (Biasanya digunakan untuk pembuatan tiang perahu)

a.  Tekstur: Salah satu keunggulan kayu Agathis adalah teksturnya. Kayu ini banyak digunakan dalam industri furniture karena teksturnya yang halus serta merata.
b.  Warna: kayu Agathis cenderung memiliki warna seragam pada bagian pinggir (gubal) dan tengahnya (teras). Sehingga kita tidak akan melihat atau sulit melihat perbedaan yang signifikan pada bagian pinggir dan tengahnya. Warna yang umum pada kayu ini adalah kuning agak keputih-putihan. Namun demikian, terdapat variasi lain yang kadang ditemui yakni kuning kecoklatan hingga agak kemerahan.
c.  Arah serat: Kayu agathis memiliki arah serat yang bervariasi. Arah serat yang dominan pada kayu ini adalah lurus. Akan tetapi, terdapat pula variasi lainnya yakni pola serat terpilin.
d.  Kesan raba: Permukaan kayu ini terasa licin bila diraba.
e.  Kekekrasan: Kayu ini memiliki tingkat kekerasan sedang.
Berbeda dengan kayu  lunak, kayu keras memiliki daun lebar (umumnya berubah warna dan jatuh pada musim gugur di daerah beriklim sedang). Pohon kayu keras menghasilkan biji di dalam acorns, pods (kulit buah) atau badan buah lainnya. Selain itu, pohon kayu keras lebih banyak memilki cabang dan tajuk berbentuk bulat. Tidak semua pohon kayu keras menggugurkan daun pada musim gugur dan pada daerah tropis. Kayu keras memiliki pembuluh pada penyusun batang pohonnya, hal ini yang membuat adanya perbedaan pokok antara kayu lunak dengan kayu keras. Secara insidentil tidak semua kayu keras menghasilkan kayu keras dan padat. Meskipun ada implikasi nama kayu keras dan kayu lunak, banyak pohon kayu lunak menghasilkan kayu yang lebih keras dan lebih padat dari pada kayu yang dihasilkan oleh sebagian pohon kayu keras.
Berikut yang termasuk kayu keras, yaitu:
1.  Tectona Grandis (Jati) (Biasanya digunakan untuk furniture

a.  Warna: ketika baru dibelah jati memiliki warna coklat kemerah-merahan dan setelah terkena sinar matahari warna kayu menjadi coklat muda.
b.  Arah serat: Memiliki arah serat yang cenderung lurus.
c.  Kesan raba: Permukaan kayu ini terasa licin bila diraba.
d.  Kekekrasan: Sifat Kayu Keras dan tahan terhadap perubahan cuaca, memiliki pengembangan dan penyusutan yang kecil.
e.  Tekstur: Kayu ini memiliki tekstur halus.
2.  Shorea sp. (Bengkirai/Yellow Balau)(Biasanya digunakan untuk furniture

a.  Warna: Berwarna kuning dan kadang tampak sedikit kecoklatan, oleh karena itu disebut yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.
b.  Arah serat: Serat yang lurus atau berputar dan saling bertautan.
c.  Kesan raba: Permukaan kayu umumnya halus.
d.  Kekekrasan: Kayu Bangkirai juga termasuk jenis kayu kuat dan keras. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll.
e.  Tekstur: Tekstur kayu bervariasi dari halus sampai kasar, secara umum sedikit kasar, atau kasar.
3.5  Impelementasi Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan adalah cara untuk menyajikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi antara suatu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain dan dapat dipakai untuk menguji kebenaran penalarannya.
Secara teknik penulis akan membahas representasi pengetahuan menjadi tiga, yaitu:
1.  Aturan Produksi (Production Rules)
•  Sering digunakan untuk merumuskan pengetahuan pada Sistem Pakar
•  Variasi formalnya Backus-Naur Form (BNF)
–  metalanguange untuk mendefinisikan sintaks bahasa
–  grammar adalah sekumpulan aturan produksi yang 11 lengkap dan tidak ambigu untuk bahasa yang spesifik
–  parse tree adalah representasi grafis dari kalimat pada suatu bahasa
–  Hanya menyediakan deskripsi sintaks dari suatu bahasa
•  Tidak semua kalimat masuk akal.
Berikut ini adalah pengimpelementasian production rules dalam penentuan jati diri suatu kayu, yaitu:
-> |||
->kulit|kambium|kayu gubal|kayu teras|hati|lingkar tahun|jari-jari
->angiospermae|gymnospermae
->makroskopis|mikroskopis
> -> |
-> |
-> ||||
-> kayu teras berwarna merah kecoklatan|kayu gubal berwarna kuning dan krem
-> memiliki kecenderungan lurus|terdapat mata kayu
-> terasa licin bila diraba
-> kekerasan sedang
-> bertekstur kasar
-> |||
-> kuning keputih-putihan|kuning kecoklatan|kuning kemerahan
-> memiliki kecenderungan lurus|serat terpilin
-> terasa licin bila diraba
-> kekerasan sedang
-> bertekstur halus
-> |
-> |||
-> coklat kemerah-merahan
-> memiliki kecenderungan lurus
-> terasa licin bila diraba
-> tahan terhadap cuaca|penyusutan yang kecil
-> bertekstur halus
-> |||
-> kuning|kecoklatan
-> berserat lurus|berputar|saling bertautan
-> memiliki permukaan yang halus
-> kuat|keras

-> bertekstur kasar|halus

2.  Jaringan Semantik: Pengetahuan disusun dalam sebuah jaringan yang memiliki komponen utama:
•  Representasi grafis dari informasi proposisional
•  Awalnya dikembangkan oleh MR Quillian sebagai model untuk memori manusia
•  Berlabel, bentuknya graph berarah
•  Node mewakili benda, konsep, atau situasi.
•  Label menunjukkan nama.
•  Node dapat berupa objek individual atau kelas (node generik)
•  Link mewakili hubungan/relasi.
– hubungan berisi informasi struktural pengetahuan untuk diwakili.
– label menunjukkan jenis hubungan.
Berikut ini adalah pengimpelementasian jaringan semantik dalam penentuan jati diri suatu kayu, yaitu:


      3. OAV TRIPLET
Ada 3 hal yaitu OBJECT, ATTRIBUTE, VALUE (OAV) Triplet yang sering digunakan untuk membangun jaringan semantic.
oOBJECT    : dapat berupa fisik atau konsepsi.
oATTRIBUTE : karakteristik objek.
oVALUE     : ukuran spesifik dari atribut dalam situasi tertentu.
Triplet OAV secara khusus digunakan untuk merepresentasikan
fakta dan pola guna menyesuaikan fakta dalam aturan yang
antecedent. Jaringan semantic untuk beberapa sistem terdiri
dari node untuk objek, atribut dan nilai yang dihubungkan
dengan IS A dan HAS A.
Berikut ini adalah pengimpelementasian Triplets OAV dalam penentuan jati diri suatu kayu, yaitu:

Object
Attribute
Values
Pinus Sp.
Warna
Kayu teras berwarna merah kecoklatan, kayu teras berwarna kuning dan krem
Arah Serat
Memiliki arah serat lurus dan terdapat mata pada kayu
Kesan Raba
Terasa licin bila diraba
Kekerasan
Kekerasan sedang
Tekstur
Berteksur kasar
Agathis Sp.
Warna
 Kuning keputih-putihan, kuning, kuning kecoklatan, kuning kemerahan
Arah Serat
Kecendrunagn maata
Kesan Raba
Terasa licin bila diraba
Kekerasan
Kekerasan sedang
Tekstur
Bertektur halus
Tectona Grandis
Warna
Coklat kemerah-merahan
Arah Serat
Memiliki arah serat lurus
Kesan Raba
Terasa licin jika diraba
Kekerasan
Tahan terhadap cuaca
Tekstur
Bertekstur halus
Shorea sp.
Warna
Kuning kecoklatan
Arah Serat
Berserat lurus, berputar, dan saling berkaitan
Kesan Raba
Permukaan halus
Kekerasan
Kuat dan keras
Tekstur
Bertekstur kasar sampai halus.



BAB IV
Penutup

4.1   Kesimpulan
Pada makalah ini ada tiga metode yang dipakai yaitu metode production rules, jaringan semantic dan OAV Tripels. Dari ketiga metode yang digunakan , ketiganya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing – masing. Dalam pemilihan metode tersebut , kita dapat sesuaikan tergantung penerapannya pada suatu permasalahan. Metode apa yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

4.2   Saran
Sebaiknya pilih satu metode saja untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Agar penyelesaian permasalahan tersebut dapat teratasi dengan tepat dan tidak lupa, disesuaikan dengan kebutuhan.






DAFTAR PUSTAKA

Dumanauw, J.F. 2001. Mengenal Kayu. Kanisius, Yogyakarta.

“BAGIAN BAGIAN KAYU”.TIPS PETANI.1 September 2015.Web.16 Oktober 2016.http://tipspetani.blogspot.co.id/2015/09/bagian-bagian-kayu.html

“Sifat Makroskopis dan Mikroskopis Kayu”.ALVISS.20 November 2013.16 Oktober 2016. http://terserahblogg.blogspot.co.id/2013/11/sifat-makroskopis-dan-mikroskopis-kayu.html

Haygreen GJ, Bowyer JI. Forest Product and Wood Science an Introduction. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Muhdi. 2004. Riap Pohon Jenis Daun Jarum dan Pohon Jenis Daun Lebar [Skripsi]. Medan: Ilmu Kehutanan-Fakultas Pertanian USU.

Shmulsky R, Jones PD, Lilley K. 2011. Forest Products and Wood Science An Introduction. Edisi ke-6. USA: Wiley-Blackwell.

“Kayu Pinus”.tentangkayu.com.2008.19 Oktober 2016. http://www.tentangkayu.com/2008/06/kayu-pinus.html

“Mengenal Kayu Agathis, dari Berat Hingga Serat”.Biopolish.15 April 2015.19 Oktober 2016. http://www.biopolish.com/mengenal-kayu-agathis-dari-berat-hingga-tekstur-232/

“Kayu Bangkirai/Yellow Balau”.tentangkayu.com.2008.19 Oktober 2016. http://www.tentangkayu.com/2009/08/kayu-bangkiraiyellow-balau.html
“Contoh Serat Kayu”.Tukang Kusen Kayu.19 Oktober 2016. http://pspkusenpage4me.page4.me/kayu_jati.html


Minggu, 30 Oktober 2016

Konsep Metodologi Sistem Cerdas

   Dipenghujung akhir tahun 2016, ketika semua manusia sudah tidak lagi direpotkan oleh hal-hal yang memakan waktu mereka. Kini mereka si "Sistem Cerdas" telah menjadikan dirinya sebagai kaki tangan manusia selama menjalani hidup. Bagaimana tidak? Ketika pagi hari menjelang misalnya, saat manusia harus merapikan kasur, merapikan ruang tamu, dan lain sebagainya mereka hanya perlu menjadikan si "Sistem Cerdas" sebagai alat yang diyakini bisa menyelesaikan semua tugas-tugas tersebut. Dari contoh sederhana ini, bisa disimpulkan "Sistem cerdas adalah sebuah sistem komputer yang memang dirancang tidak hanya untuk melakukan perhitungan, melainkan sebagai sistem yang melakukan kegiatan-kegiatan menyerupai manusia, dan biasanya diimplementasikan sebagai penunjang keputusan".
   Pengertian Kecerdasan Buatan Menurut Para Ahli - Tahun 1950 – an Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan diujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI. 

  Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).
   Beberapa pakar ilmu kecerdasan tiruan membuat bermacam – macam definisi, antara
lain:
1. Buchanan dan Shortliffe (1985) menyatakan bahwa kecerdasan tiruan merupakan manipulasi simbol – simbol untuk menyelesaikan masalah.
2. Waterman (1986) mengungkapkan bahwa kecerdasan tiruan adalah bagian penting ilmu pengetahuan bidang komputer yang diperlukan untuk mengembangkan kecerdasan program – program komputer.
3. Rich (1981) mendefinisikan kecerdasan tiruan sebagai suatu studi bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu sedemikian rupa sehingga pada saat itu orang merasa mendapatkan hasil yang lebih baik.
4. Staugaard dan Marvin Minsky memberikan pernyataan bahwa kecerdasan tiruan adalah suatu ilmu pengetahuan yang dapat membuat mesin melakukan sesuatu yang memerlukan kecerdasan apabila dikerjakan oleh manusia. Dengan kalimat lain, kecerdasan tiruan adalah : suatu mekanisasi atau duplikasi proses berpikir manusia.
5. Shcildt (1987) mengatakan bahwa suatu program kecerdasan tiruan akan menunjukkan perilaku program yang menyerupai perilaku manusia jika menghadapi persoalan yang sama.
6. Charniak dan McDermott (1985) menambahkan bahwa proses pembelajaran ada program kecerdasan tiruan menggunakan model komputasi.

Menurut Russel dan Norwig, suatu kecerdasan tiruan mempunyai dimensi :
- Peniruan perilaku
- Peniruan cara berpikir manusia

Secara umum AI dapat dibagi dalam empat kategori yaitu :
1. Sistem yang dapat berpikir seperti manusia “Thinking Humanly”
2. Sistem yang dapat bertingkah laku seperti manusia “Acting Humanly”
3. Sistem yang dapat berpikir secara rasional “Thinking Rationally”
4. Sistem yang dapat bertingkah laku secara rasional “Acting rationally”

Beberapa bidang terapan AI adalah :
1. Robotics
2. Perception
3. Common Sense Reasoning
4. Medical Diagnosis
5. Egineering
6. Scientific Analysis
7. Financial Analysis
8. Expert Tasks
9. Mathematics
10. Games
11. Dll

Ada beberapa keuntungan kecerdasan buatan dibanding kecerdasan alamiah, yaitu :
1. Lebih permanen
2. Memberikan kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran
3. Relatif lebih murah dari kecerdasan alamiah
4. Konsisten dan teliti
5. Dapat didokumentasi
6. Dapat mengerjakan beberapa task dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding
manusia.

Keuntungan kecerdasan alamiah dibanding kecerdasan buatan :
1. Bersifat lebih kreatif
2. Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung sementara AI harus
mendapatkan masukan berupa simbol dan representasi
3. Fokus yang luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan, sebaliknya AI
menggunakna fokus yang sempit.

   Sistem cerdas secara umum terdiri atas dua kategori, yaitu sistem yang mampu melakukan emulasi kepakaran seseorang (Knowledge Based Expert System) dan sistem yang mampu melakukan komputasi secara cerdas berdasarkan komputasional (computational intelligence). Sistem yang mempunyai kercerdasan dengan knowledge based expert dan computational intelligence dibedakan kemampuannya dalam hal, kemampuan mengenali pola, kemampuan beradaptasi dengan pengaruh lingkungan atau alam, mempunyai sifat toleransi terhadap adanya kesalahan sampai pada batas tertentu (fault tolerant), kecepatan dengan error ynag kecil, sehingga sistem dapat menghasilkan kinerja mendekati kinerja manusia. Defense Advance Research Project Agency (DARPA) membagi kecerdasan tiruan menjadi tiga kategori, yaitu :
- Kecerdasan tiruan yang diprogram
- Sistem pakar
- Sistem yang mampu belajar
   Dari penjelasan di atas, kita dapat mengatakan bahwa kecerdasan tiruan mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi peniruan perilaku dan dimensi peniruan cara berpikir. Peniruan kecerdasan perilaku meliputi kecerdasan tiruan yang diprogram. Peniruan cara berpikir terdiri atas dua bagian, yaitu peniruan proses berpikir dan peniruan proses komputasi.

   Ada konsep dasar pada Artifical Intelligence(AI) yaitu ada Sistem Pakar (Expert System), Decision Support System (DSS), Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), Robotika & Sistem Sensor, Computer Vision, IntelligentComputer-aided Instruction, dan terakhir tergolong sebagai hobi anak-anak hingga remaja yaitu Game Playing. Kita akan bahas satu persatu konsep dasarnya setelah itu menjelaskan apa sih metodologi pada teknologi sistem cerdas.
   Konsep pertama adalah Sistem Pakar. Sistem pakar merupakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan suatu permasalahan dan dikerjakan oleh seorang pakarnya, contoh : Dokter. Mereka hanya memecahkan permasalahan sesuai dengan pekerjaannya atau sesuatu yang sudah dikuasai. Sistem pakar ini sendiri memiliki 4 bagian, apa saja? Ada User Interface, Knowledge Base, Inference Engine, dan Development Engine. Lalu ada jenis-jenis pada sistem pakar yaitu sebagai berikut Interpretasi, Prediksi, Diagnosis, Design, Planning, Monitoring, Debugging, Reparasi, Instruction, dan terakhir Control.
   Konsep kedua nya adalah Decision Support System (DSS) atau disebut juga dengan sistem pendukung keputusan yang merupakan serangkaian kelas tertentu dari sistem informasi terkomputerisasi yang mendukung pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Apa saja sih informasi yang biasa dikumpulan dengan aplikasi DSS? Kita dapat mengakses semua aset informasi terkini, ada data legasi dan relasional, kumpulan data, gudang data, dan lain sebagainya. Angka-angka penjualan antara periode dengan periode lainnya. Angka pendapatan yang dapat diperkirakan, namun ada konsekuesinya pada pilihan pengambilan keputusan yang berbeda dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.
   Konsep ketiga Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing) dengan adanya ini diharapkan sekali user dapat berkomunikasi dengan komputernya menggunakan bahasa sehari-hari dan dapat dengan nyaman menyelesaikan permasalahannya di komputer. Konsep keempat yaitu Pengenalan Ucapan (Speech Recognition) dengan adanya ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputernya hanya dengan media suara saja.
   Konsep kelima Robotika & Sistem sensor. Robot adalah sebuah manipulator yang terkendali, multifungsi, dan mampu diprogram untuk bergerak dalam tiga sumbu atau lebih, yang tetap berada di tempat atau bergerak untuk digunakan dalam aplikasi otomasi industri. Sedangkan sensor tiruan dari indra pada makhluk hidup. Sensor ini berfungsi sebagai komponen yang membuat robot bisa merespon lingkungan sekitarnya.
   Konsep keenam adalah Computer Vision yang dapat menginterpretasikan gambar atau objek melalui komputer sesuai yang diinginkan oleh usernya. Konsep ketujuh adalah Intelligent Computer-aided Instruction yang dipakai untuk melatih dan mengajar dan sangat bermanfaat bagi user. Konsep yang terakhir adalah Game Playing yang tidak diragukan lagi kehebatannya pada interaksi manusia dengan teknologi, terutama para gamers yang selalu berinteraksi dengan komputer.

Metodologi pada sistem cerdas terbagi menjadi 3 macam yaitu :
  • Artifical Neural Networks (ANN)

ANN atau disebut biasa disebut NN (neurak networks)  jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan sistem saraf manusia. Otak manusia terdiri dari 100 milyar elemen pemrosesan yang biasa disebut neuron yang saling terhubung. ANN sendiri didasarkan pada model yang disederhanakan dan ANN sendiri biasanyan belajar dari pengalaman – representasi berulang dari masalah contoh dengan solusi – solusinya yang sesuai. Setelah pembelajaran, ANN mampu memecahkan masalah, bahkan dengan masukkan (input) paling baru. Kekuatan utama ANN mampu menangani data yang sebelumnya tidak terlihat, tidak lengkap atau rusak. Beberapa contoh aplikasi yang menggunakan jaringan syaraf tiruan (ANN):
-  Deteksi eksplosif di bandara
-  Deteksi wajah
-  Penilaian resiko keuangan
-  Optimasi dan penjadwalan
  •  Fuzzy System

Sistem inferensi fuzzi sering disebut juga fuzzy inference engine yaitu sistem yang dapat melakukan penalaran dengan prinsip serupa seperti kita (manusia) yang menggunakan  nalurinya. Ada beberapa jenis FIS (fuzzy inference engine) yang sering kita kenal yaitu mamdami, Sugeno, dan Tsukamoto.
  •  Genetic Algorithms / Alogaritma Genetika (GA)

GA adalah sebuah teknik pencarian yang didalam ilmu computer untuk menemukan penyelesaian perkiraan dan masalah pencarian. GA itu sendiri adalah kelas khusus dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi atau crossover.  Biasanya GA digunakan dalam beberapa pemakaian, contohnya : 
·  Optimasi portofolio
·  Prediksi kebangrutan
·  Peramalan keuangan
·  Perancangan mesin jet
·  Penjadwalan

Topologi Kecerdasan Tiruan yang selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.








Referensi:
  • Negnevitsky, Michael. Artificial Intelligence “A Guide To Intelligent Systems”. Mc Graw Hill Company.
  • Desiani, Anita dan Muhammad Arhami. Konsep Kecerdasan Buatan. Penerbit Andi.
  • Pandjaitan, Lanny W. Dasar – Dasar Komputasi Cerdas. Penerbit Andi.
  • Website dan jurnal – jurnal imiah.



Sabtu, 04 Juni 2016

Apa itu SDLC?


System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall & Kendall, 2006). System Development Life Cycle (SDLC) juga merupakan pusat pengembangan sistem informasi yang efisien. SDLC terdiri dari 4 (empat) langkah kunci yaitu, perencanaan dan seleksi, analisis, desain, implementasi dan operasional (Valacich, George, & Hoffer, 2012). Selain itu, System Development Life Cycle (SDLC) adalah sebuah proses memahami bagaimana Sistem Informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang system, membangun sistem, dan memberikannya kepada pengguna (Dennis, Wixom, & Tegarden, 2005).
Berdasarkan pada penjelasan diatas maka SDLC dapat disimpulkan sebagai sebuah siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna untuk membangun sistem dengan melakukan perencanaan, seleksi, analisis, desain, serta pengimplementasian dan pengoperasionalisasi. Bisa dikatakan disini, dalam menggunakan SDLC dibutuhkan sumber data awal dari pengguna yang dijadikan acuan dalam perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi. Penggunaan acuan ini dimaksudkan agar sistem yang dibangun bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dialami oleh pengguna.

4 Tahapan SDLC, yaitu:

11.      Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem itu harus dibangun(tujuan), dan pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada para pengguna.
22.      Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan itu sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerjanya yaitu sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.
33.      Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi sistem.
44.      Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

-CONTOH KASUS-
Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detail output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yang baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelesaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan.
Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas danimplementasi yang sudah ditentukandengan cepat. Prototyping juga merupakan sebuah teknik analisa interaktif dimana user terlibat terlibat aktif dalam proses desain layar dan laporan. Kunci utama sebuah prototyping adalah untuk membuat sebuah desain awal dengan cepat, dan disertai perubahan yang bisa jadi radikal serta nantinya akan menghasilkan sebuah umpan balik, terutama dari penggunaan, secara cepat untuk melakukan desain ulang ditahap berikutnya.

Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
۞ Pengumpulan kebutuhan : Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
۞ Membangun prototyping : Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
۞ Analisa protoptyping : Analisa ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan
۞ Mengkodean sistem : Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
۞ Menguji sistem : Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box,Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.
۞ Analisa Sistem : Pelanggan menganalisa apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
۞ Implementasi sistem : Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

Jumat, 20 Mei 2016

Perlindungan Terhadap Informasi (ISMS-information Security Management System)

Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer, selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data digunakan dengan istilah sumber daya konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala operasi perusahaan, semakin besar seorang manajer mengandalkan informasi dan sangat memungkinkan informasi dianggap sebagai sumber daya yang paling berharga.
Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan pertumbuhan berbagai  penipuan, spionase, virus, dan hackers yang mengancam informasi bisnis  manajemen oleh karena itu perlunya meningkatkan keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/control dengan teknologi informasi modern. Sebagai konsekuensinya, meningkatnya harapan dari para manajer bisnis, mitra usaha, auditor,dan stakeholders yaitu perihal penuntutan adanya manajemen informasi yang efektif, kesinambungan bisnis, dan meminimalisasi kerusakan sistem bisnis.
ISMS (information security management system) atau sistem manajemen keamanan informasi adalah suatu sistem manajemen yang erat kaitannya dengan keamanan suatu informasi. Pada dasarnya ISMS digunakan oleh suatu organisasi  untuk merancang, menerapkan, dan memelihara suatu rangkaian terpadu. Proses dan sistem menjadi lebih efektif dalam mengelola keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aset-aset informasi serta meminimalisasi tingkat resiko keamanan informasi.

Manfaat perlindungan terhadap aspek-aspek pada Information Security Management System (ISMS):
1.   
1.  1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
2.  2. Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
3  3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
           Keamanan informasi memproteksi informasi dari ancaman yang luas untuk memastikan kelanjutan usaha, memperkecil rugi perusahaan dan memaksimalkan laba atas investasi dan kesempatan usaha. Manajemen sistem informasi memungkinkan data untuk terdistribusi secara elektronis, sehingga diperlukan sistem untuk memastikan data telah terkirim dan diterima oleh user yang benar.
       Hasil survey ISBS (Information Security Breaches Survey) pada tahun 2000 menunjukkan bahwa sebagian besar data atau informasi tidak cukup terpelihara/terlindungi sehingga beralasan kerawanan. Hasil survey yang terkait dengan hal ini dapat dilihat dalam gambar berikut:
         Survey tersebut juga menunjukkan bahwa 60% organisasi mengalami serangan atau kerusakan data karena kelemahan dalam sistem keamanan. Kegagalan sistem keamanan lebih banyak disebabkan oleh faktor internal dibandingkan dengan faktor eksternal. Faktor internal ini diantaranya kesalahan dalam pengoperasian sistem (40%) dan diskontinuitas power supply (32%).









Minggu, 01 Mei 2016

Kualitas Pelayanan dan Sistem Informasi PT JAMSOSTEK (Studi Kasus)

             Studi kasus yang digunakan adalah hasil penelitian pada kantor cabang PT Jamsostek (Persero) di Semarang.Pengumpulan data yang dilaksanakan dari tanggal 1 April 2010-12 Mei 2010  dan dilakukan dengan pengiriman mail questioner ke 121 kantor cabang PT  Jamsostek (Persero) se-Indonesia dengan jumlah kuesioner yang di sebar sebanyak 1210.Analisis data yang dilakukan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas yang kemudian disimpulkan dengan menggunakan Uji T dan nilai koefisien yang berfungsi untuk mengetahui korelasi antara suatu factor dengan factor lainnya
            Setelah dilakukan analisis data,dilakukan pengkajian dengan berpatokan pada model kesuksesan  system yang dikembangkan oleh Delone dan Mclean (1992) untuk mengetahui sistem informasi yang dimiliki oleh PT Jamsostek ini. Model ini merupakan model yang sederhana namun menjadi suatu model yang dapat menjadi acuan untuk membuat sistem informasi dapat diterapkan secara sukses di organisasi. Model yang diusulkan ini  dari enam pengukuran kesuksesan sistem informasi, terdiri dari :

·                     -          Kualitas sistem (sistem quality)
·                     -          Kualitas informasi (information quality)
·                     -          Penggunaan (use) atau kualitas pelayanan (service quality)
·                     -          Kepuasan pemakai (user satisfaction)
·                     -          Dampak individual (individual impact)
·                     -          Dampak organisasi (organization impact)
Dan ternyata di PTJamsostek ini sudah diberlakukan  Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online.

Berikut ini adalah beberapa tabel hasil analisis data yang telah dilakukan
*Tabel 1 Hasil Uji T



*Tabel 2 Nilai Koefisien Jalur

Dapat disimpulkan bahwa kesuksesan penerapan Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online PT Jamsostek (Persero) dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, serta kesesuaian tugas dan teknologi. Kualitas sistem juga berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna dengan korelasi yang bernilai positif. Maka, semakin tinggi kualitas sistemnya, semakin tinggi pula kepuasan dari pengguna sistemnya. Kualitas sistem bisa dikatakan baik jika bisa diandalkan, mudah untuk digunakan, memiliki respon time.
Sejak diberlakukan Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) Online di PT Jamsostek, kualitas sistem di perusahaan menjadi lebih baik. Bisa dilihat Tabel 1 menunjukkan data signifikan 99% dan nilai koefisien jalur yang berkorelasi positif terlihat pada Tabel 2. Kinerja pegawai pun menjadi lebih baik karena segala keperluan pelayanan bisa ditangani dengan cepat. Proses administrasi seperti input data peserta, pembuatan kartu, dan pelaporan-pelaporan penting lainnya menjadi lebih menghemat waktu dengan adanya SIPT Online ini (Gema Jamsostek, 2009). Hal tersebut telah sesuai dengan kriteria kualitas informasi itu sendiri yaitu relevance dan complete.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat dampak invidual  karena penggunaan SIPT Online dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan dan kepuasan pengguna sistem informasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji T menunjukkan signifikan pada level 95% dan nilai koefisien jalur yang berkorelasi positif. Kepuasan pengguna yang meningkat tersebut menyebabkan kepercayaan pengguna terhadap suatu perusahaan menjadi semakin meningkat.
Kepuasan pengguna dalam hal ini merupakan salah satu pengukur kesuksesan penerapan SIPT Online dimana ditunjukkan bahwa kepuasan pengguna SIPT Online dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan. Semakin baik kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan akan semakin tinggi tingkat kepuasan pengguna SIPT Online. Oleh karena itu, PT. Jamsostek (Persero) harus mampu meningkatkan kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan dari SIPT Online agar diperoleh tingkat kepuasan pengguna SIPT Online yang tinggi.